Peringati Hari HIV / Aids Sedunia, FKJ PMII Jepara Gelar Aksi Damai

0
26

Jepara- Forum Kajian Jender (FKJ) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Jepara – Jum’at (1/12/17) memperingati hari HIV/AIDS sedunia, FKJ adakan serangkaian acara Aksi Damai untuk menyuarakan dan mensosialisasikan dampak HIV/AIDS, khususnya bagi kalangan anak muda di Jepara.

Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, acara tersebut dimulai dengan Roadshow ke tiga lokasi di Jepara untuk mensosialisasikan bahaya HIV / Aids yang dimulai pada tanggal 24-26 November. Daerah tersebut meliputi SMA Islam Jepara, PKK Desa Bawu, kecamatan Bate, dan pondok pesantren di Pecangaan. Acara lalu dilanjutkan dengan pengadaan Voluntary Conseling & test di Desa Bugel, kecamatan Kedung (1/12/17) untuk mengetahui sejauh mana tingkat HIV / Aids di desa Bugel. Malamnya diakhiri dengan serangkaian seremonial seperti pembacaan puisi, pembuatan poster dan aksi teatrikal.

“Jepara saat ini sedang darurat HIV / Aids, dari data yang kami himpun dari Dinkes, Jepara saat ini berada pada pringkat 2 jawa tengah” ungkap Muasa’un Ni’am Ketua Cabang PMII Jepara. Melalui BSO FKJ, PMII berharap dapat sedikit memberi wawasan mengenai HIV / Aids bagi masyarakat khususnya pemuda dan dapat menekan jumlah pengidap, mengingat Saat ini angka pengidap cukup tinggi di Jepara.

Eri Ariani, Ketua Forum Kajian Jender PMII Jepara mengungkapkan, selama ini penyebab tingginya angka HIV / Aids di Jepara karena minim pengetahuan akan penyakit menular tersebut. Adapun daerah yang paling banyak, berada di daerah pesisir seperti Bangsri, Donorojo dan Kedung. Selain itu banyaknya kawasan Prostitusi, membawa dampak yang besar menyumbang jumlah Odha di Jepara. “kami sebagai wakil dari generasi muda, mencoba mengajak masyarakat khususnya pemuda untuk menjauhi prilaku Sex bebas agar terhindar dari HIV / Aids” tambahnya.

Baca Juga  Lilin dan Baju Putih, Solidaritas PMII Tangerang untuk Salim Kancil

Dalam aksi Teatrikal yang dibawakan (salah satu BSO di PMII Jepara) Sanggar seni Eling, para pemain lakon itu berusaha menyampaikan pesan untuk tidak mengucilkan mereka yang terkena HIV / Aids atau yang sering disebut ODHA (orang dengan HIV / Aids), tetapi bisa merangkul dan memperlakukannya seperti manusia normal. “tinggalkan penyakitnya, jangan orangnya” ucap Dul, salah seorang pemain teater, untuk mengakhiri aksi teatrikal tersebut.

Keberadaan FKJ di PMII sendiri menjadi sebuah wadah yang memfasilitasi Mahasiswa di bidang bimbingan konseling dan kajian Gender. Kegiatan kegiatannya pun tak jauh jauh dari program “Generasi Berencana” yang diusung BKKBN. Sampai saat ini prestasi yang ditoreh FKJ adalah mengirim kader mudanya, Febby Cintya, yang mampu menembus Juara Favorit Duta Generasi Berencana tingkat Nasional 2017 yang diadakan BKKBN mewakili Jepara. Selain itu kegiatan rutinan adalah melakukan kajian kajian keilmuan tentang isu Gender, bimbingan konseling, diskusi, dan sosialisasi pada masyarakat serta generasi muda.(f2@/AM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here